Visitors: 249047
We have 40 guests online

Go PLTN Indonesia

Asal Pengunjung

Locations of visitors to this page

Live Chat

Online Technical SupportNuklir.INFO
© 2008 WIS.ro
Home
Perkembangan Nuklir Terkini di Eropa
Written by Chairul Hudaya   
Sunday, 24 February 2008

nuclear-power-plant.jpg
  1. Perancis : Negara ini bisa dikatakan sebagai negara leader dalam pengelolaan PLTN. Dengan 59 reaktor yang dimiliki, PLTN mensuplai kurang lebih 70 % dari total energi listrik yang dibangkitkan. Terakhir, Presiden Nicolas Sarkozy telah mengkampanyekan penggunaan energi nuklir untuk mengatasi permasalahan pemanasan global (global warming)
  2. Jerman : Kanselor Angela Merkel telah menyetujui untuk merevisi kembali keputusan pemerintah sebelumnya tentang rencana penutupan 17 reaktor nuklir pada 2021.
  3. Belanda : Masih beroperasi 1 unit PLTN. Rencananya akan ditutup pada tahun 2013, tetapi pemerintah setempat telah memutuskan untuk memperpanjang izin penggunaannya hingga tahun 2033.
  4. Italia : Sejak referendum tahun 1987, pemerintah Italia telah melarang pembangunan PLTN, namun baru baru ini pemerintah mengkaji ulang pembangunan PLTN.
  5. Spanyol : Negara ini memiliki 6 unit PLTN.
  6. Swedia : Pada taun 1997 negara ini memutuskan untuk menghentikan program pembangunan PLTN. PLTN yang berjumlah 12 unit ini, mensuplai kurang lebih 50% dari totl energi listrik yang dibangkitkan. Saat ini Swedia sedang mengkaji untuk mencari energi alternatif baru, termasuk memikirkan kembali nuklir sebagai salah satunya.
  7. Finlandia : Negara ini memiliki 4 unit reaktor nuklir yang mensuplai kurang lebih 25 % dari total energi listrik yang dibangkitkan. Saat ini sedang membangun rekator PLTN nya yang ke lima.

Kita pasti bisa, tentu dengan niat dan kemauan yang keras…

 

Comments  

 
#1 test 2008-09-29 18:00 test ahjjajaja
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

< Prev   Next >
© 2007 - 2012 Nuklir.INFO
This website is using Joomla under GNU General Public License and template by Rhuk Solarflare II with modification
Contact Chairul Hudaya here